Agen Resmi Penjualan Tiket Murah,Tours & Travel, Reservasi Hotel dan PPOB, Sistem Reservasi Online (Cek Seat, Cek Harga, Boking Tiket, Cetak Tiket)

Jelajahi uniknya Masjid Pintu Seribu Tanggerang


Bagaimana jadinya berkunjung ke lokasi wisata religi yang memiliki seribu pintu? Ya, di wilayah Kota Tangerang tepatnya di Kampung Bayur, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, terdapat masjid yang memiliki seribu pintu atau dijuluki Masjid Pintu Seribu.
Namun siapa sangka, masjid dengan nama asli Masjid Agung Nurul Yaqin yang dibangun oleh keturunan Arab, Syekh Al-Bakhir Mahdi atau Al-Faqir dengan anggaran Rp19 miliar ini punya aturan yang cukup unik. Hal itu terkait untuk tidak sembarang berkunjung dan berkeliling masjid, khususnya bagian dalamnya.
Masjid ini hanya mampu diakses dengan kendaraan roda dua dari Pusat Pemerintahan Kota Tangerang sekitar 12 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 15 sampai 20 menit. Untuk tiba di masjid ini pun harus melewati gang kecil dengan lebar 1 meter dan jarak tempuh 100 meter.
Di sana, para pengunjung akan disambut oleh penjaga yang berada di depan untuk membantu parkir dan mengisi buku tamu serta tujuan sebelum berkeliling melihat bangunan Masjid Agung Nurul Yaqin.
Tak sampai di situ, masjid tersebut pun ternyata memiliki cerita terkait ketidaksanggupan dalam menyelesaikan pembangunan masjid lantaran anggaran yang tidak cukup dan wafatnya pencetus dari pembangunan masjid tersebut yang dimakamkan di masjid tersebut. Hal itu menyebabkan pembangunan akhir tak selesai dan menjadikan masjid tersebut layaknya bangunan kuno.
Sementara Afana, salah seorang pengunjung mengaku kagum dan sedikit takut pada kesan pertama melihat bangunan masjid tersebut.
"Kagum sih melihatnya karena tinggi dan besar layaknya benteng, tapi saya takut juga melihatnya karena tidak seperti masjid tapi seperti bangunan tua peninggalan bersejarah layaknya sehabis perang gitu," tuturnya.
Alasan dia datang ke masjid itu pun sengaja hanya untuk berswafoto mengabadikan bangunan tua itu. Meskipun ia harus kecewa ketika mengetahui tak semua bangunan masjid dapat dieksplorasi.
"Ada aturan yang enggak boleh ambil sembarang foto. Ya, sedih juga tapi tetap saya bisa ambil foto bagian luar dan beberapa bagian dalam yang diizinkan," ucapnya.
Sumber dikutip dari viva.co.id


Wisata ke Museum Tuah Himba Tenggarong

Jalan- Jalan Ke Kutai Kartanegara jangan lewatkan berkunjung ke Museum Kayu Tuah Himba yang terletak dikawasan Waduk Panji Sukarame. Dapat di tempuh dalam waktu 20 menit menggunakan transportasi darat dari Kota Tenggarong. Bangunan Museum bergaya rumah adat panggung tradisional Kalimantan Timur dan di kelilingi oleh pohon-pohon rtinggi menyerupai hutan lindung, di museum ini, pengunjung dapat menyaksikan beranekaragam koleksi yang berkaitan dengan kehutan. 
Selain itu halaman belakang museum ini juga di gunakan remaja-remaja tenggarong untuk latihan menari dan memainkan alat music tradisional. Koleksi yang terdapat di museum ini tidak hanya dari Kutai dan Dayak, tapi ada yang berasal dari sumbangan masyarakat, seperti peralatan music dari jawa, mumi buaya pemakan 2 manusia di dua tempat terpisah yakni di sanggata (Kabupaten Kutai Timur) dan Muara Badak (KUKAR). Buaya ini memangsa korbannya dalam waktu selisih satu bulan pada tahun 1996. Koleksi lain adalah kepiting besar pemakan sari kelapa,kucing hutan yang di awetkan dan lain-lain.
  • 1. Kerajinan Kutai yang terbuat dari rotan : lemari, kursi, lampu, tempat tidur
    2. Kerajinan Dayak : Anjat, patung, Mandau, ukiran dayak dari kayu ulin
    3. Miniature rumah khas dayak
    4. Jenis-jenis kayu di hutan kutai
    5. Dokumen jenis-jenis kayu ada 200 buah
    6. Dokumen jenis daun-daun kayu yang di keringkan (herbarium) ada 200 buah
    7. Koleksi biji-bijian
    8. Koleksipotongan log atau batang pohon yang tumbuh di pulau Kalimantan
    9. Koleksi buaya muara yang diawetkan jantan dan betina
    10. Koleksi kepiting pemakan sari kelapa
    11. Koleksi guntingan Koran yang berisi pemakan manusia.
Back To Top